Turun Jalan, Para Petani Kembali Memperpanjang Aksi Protes di Seluruh India

Indonesiainside.id, New Delhi—Petani India menentang reformasi yang mereka katakan akan mengancam mata pencaharian memperbarui dorongan mereka terhadap perubahan dengan protes secara nasional pada hari Senin. Aksi ini telah berlangsung setahun setelah undang-undang tentang liberalisasi sektor pertanian diperkenalkan, kutip Reuters.

Selama 10 bulan, puluhan ribu petani ‘berkemah’ di New Delhi, memblokir semua jalan utama di ibu kota untuk mendesak pemerintah mencabut undang-undang baru tersebut. Ini adalah protes terlama terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, dan sekarang meluas ke seluruh negeri dengan hampir 1,4 miliar orang.

Pemimpin protes petani terkemuka Rakesh Tikait mengatakan ribuan petani akan berdemonstrasi di semua bagian negara itu. “Pemogokan itu bertujuan untuk memperingatkan pemerintah agar mencabut undang-undang yang berpihak pada perusahaan swasta besar,” katanya.

Di kota satelit Noida, sekelompok petani menghadapi polisi dan saling mendorong untuk melewati barikade.  Skenario serupa dilaporkan terjadi di seluruh India sehubungan dengan peringatan pertama undang-undang kontroversial yang disahkan, tetapi sejauh ini tidak ada laporan tentang kerusuhan, cedera, atau penangkapan yang diterima.

Hampir 12 partai oposisi di India mendukung protes yang bertujuan meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk mencabut undang-undang tersebut. Undang-undang tersebut, yang diperkenalkan pada September tahun lalu, mencabut peraturan yang melibatkan sektor pertanian dan memungkinkan petani untuk menjual produk kepada pembeli mana pun.

Sebelumnya, harga pasar produk pertanian diatur oleh pemerintah yang menetapkan harga minimum atau maksimum melalui pasar grosir, sehingga memastikan petani mendapatkan harga terbaik untuk komoditas mereka.  Bagi petani kecil, perubahan tersebut membuat mereka sulit bersaing dengan perusahaan besar yang mungkin melakukan manipulasi harga, sehingga petani kecil kehilangan jaminan harga untuk bahan pokok seperti gandum dan beras.

Namun, pemerintah memandang reformasi akan membuka peluang baru dan memungkinkan petani mendapatkan harga yang lebih tinggi untuk produk mereka berdasarkan permintaan pasar.  Sementara itu, pimpinan serikat tani meyakinkan bahwa protes tersebut tidak akan mengganggu layanan darurat atau kehidupan masyarakat biasa. (NE)

Source: Turun Jalan, Para Petani Kembali Memperpanjang Aksi Protes di Seluruh India – Indonesiainside.id

  • 1,101